Puasa

Puasa. Saat badan tak bisa makan dan syahwat biologis dipendam, maka hasrat ragawi tak lagi ada. Yang tersisa, hanyalah hasrat jiwa.

Manusia sulit merasa puas, selalu ingin lebih dan lebih lagi. Puasa melatih jiwa untuk mampu merasa cukup. Meski menahan lapar saat berpuasa, tapi ujian sesungguhnya datang saat berbuka. Mampukah menahan diri dari makan berlebihan bahkan mewah? Berbuka secukupnya, hanya untuk mampu terus beribadah kepada-Nya.

Manusia cenderung khawatir. Puasa melatih jiwa untuk percaya ada cukup rezeki saat nanti berbuka. Namun ujian sesungguhnya justru datang jauh sesudahnya. Sanggupkah tegar berikhtiar di jalan yang berkah, karena yakin bahwa Allah telah menjamin rezeki hamba-Nya? Atau tetap khawatir hingga melakukan hal yang tidak diridhai-Nya?

Manusia terkadang kikir. Puasa melatih jiwa untuk mengendalikan rasa ingin memiliki. Puasa mengasah kemampuan bersedekah dan berempati, tapi ujian sesungguhnya adalah rasa memiliki itu sendiri. Mampukah menyedekahkan harta di batas kita akan merasa kehilangan? Mampukah menyadari bahwa harta itu hanyalah titipan?

Meski ragawi akan mati ditelan bumi, tapi jiwa tetap abadi saat dibangkitkan nanti. Semoga puasa mampu melatih jiwa dan mengendalikan hawa nafsu kita.

Selamat berpuasa, 🙏

Ramadhan 1440H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close