2014 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The Louvre Museum has 8.5 million visitors per year. This blog was viewed about 110,000 times in 2014. If it were an exhibit at the Louvre Museum, it would take about 5 days for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Advertisements

Mencari Kebenaran atau Pembenaran?

Media sosial semakin ramai. Orang yang semula tidak saling kenal bisa bertemu dan berdiskusi lewat dunia maya. Diskusi sebenarnya kegiatan yang bermanfaat karena dapat menambah pengetahuan dan memperkaya wawasan. Masalahnya, diskusi di dunia maya seringkali hanya sekedar debat kusir semata.

Kalau diperhatikan, ketika berdiskusi, ada orang yang berniat mencari kebenaran, ada juga yang sekedar ingin mencari pembenaran. Nah, kira-kira apa yang membedakan keduanya?it-is-so-easy-to-believe

Orang yang mencari kebenaran akan mulai dengan “Meragukan” apa yang ia yakini. Ia berusaha berpikir terbuka dan objektif, serta tidak bersikap defensif.

Orang yang mencari kebenaran selalu bersemangat terhadap informasi baru, berusaha memahami pendapat & sudut pandang orang lain, serta melakukan check & recheck terhadap suatu isu. Intinya, memastikan terlebih dulu semua informasi yang ia miliki lengkap dan akurat, baru kemudian menyimpulkan dan menyampaikan pendapat. Ia tidak khawatir berbuat salah karena itu manusiawi, bahkan mengakuinya sebagai bagian dari introspeksi diri. Ia tidak tertarik merendahkan pendapat orang lain karena sadar dirinya belum tentu yang paling benar.

Orang yang mencari pembenaran akan mulai dengan Meyakini 100% pendapatnya sendiri. Ia sesungguhnya hanya ingin mencari cara agar orang lain setuju.

Orang yang mencari pembenaran menyimak pendapat orang lain sekedar untuk tahu bagaimana membantahnya, mengajukan informasi yang mendukung keyakinannya, menyembunyikan informasi yang melawan pendapatnya, memutar opini seolah itu adalah fakta, mengaburkan fakta dengan mengajukan isu lain yang tidak relevan, dan kalau perlu… menyerang pribadi lawan berdebat seolah sang lawan tidak layak berpendapat.

Orang Indonesia Gampang Masuk Surga

Kita sangat beruntung tinggal di Indonesia!!! Eh, ini beneran 🙂

Di Indonesia banyak sekali orang yang hanya mencari pembenaran. Walhasil media sosial penuh dengan debat kusir, cemoohan, bahkan fitnah. Timeline bagaikan uji mental saat banyak orang yang menyerang kita secara personal. Rasanya tu orang minta dilempar bunga lengkap dengan potnya. Suatu kali ditengah sebuah perdebatan, seorang kerabat menegur saya dengan mengirimkan pesan berikut:

“Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167. Dihasankan oleh al-Albani dalam as-Shahihah [273] as-Syamilah)

Ahhh.. menarik bukan? mari kita bersama-sama…

  • Meninggalkan debat meskipun kita berada dalam pihak yang benar. Ini tidak berarti “pergi begitu saja”, tetap sajikan poin-poin yang memang penting untuk disampaikan, lalu hentikan diskusi sampai di situ. Jangan terpancing untuk membahas hal yang tidak penting.
  • Meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Pernahkan kita melihat status / berita satir yang disalahartikan oleh pembaca? Itu menandakan bahwa sang pembaca belum cukup ilmunya. Hal ini juga bisa terjadi ketika topik “bohongan” saat bercanda malah dianggap serius oleh pembaca yang tidak paham.
  • Membaguskan akhlak dengan menjaga kesantunan. Tanggung jawab kita itu mengingatkan, bukan meyakinkan orang lain. Pahala atau dosa kan kembali ke pelakunya masing-masing. Tidak ada orang yang akan tersadarkan dengan cara dicemooh pendapatnya atau dihina kecerdasannya. Cemoohan hanya memperjelas motif bahwa sang pelaku hanya sekedar ingin menang dan tak perduli kebenaran.

Sedari kecil kita semua diajarkan untuk mendulang informasi dari berdiskusi, sekaligus menghindari perdebatan yang tidak bermanfaat.

Bagaimana kalau kita mulai dari sekarang? Kumaha? 😉

yckj8kKcE

#orangindonesiagampangmasuksurga:)