Sakit Hati Gara-Gara Kena Tipu

traian-basescu-president-of-romania-2Hari ini saya bertemu seorang kawan lama. Dia bercerita kalau dia sudah beberapa tahun ini mengalami banyak masalah akibat tertipu dalam jumlah besar. Rasa kecewa, sedih, bodoh, malu, marah… semua campur aduk jadi satu. Saya paham betul perasaan kawan ini, maklum saya sendiri dulu langganan kena tipu. Saya ini dulu orangnya “naif”, yaaa beda tipis lah sama be-o-de-o 😀 hahaha…

Karena kebetulan berkawan baik, saya kasih doi beberapa advice gratis hari ini, besok bayar. Pertama saya bilang, “Ditipu itu memang nggak wueenak poll. So, kalau lo kesal, marah, atau ngamuk, go ahead… itu wajar”. Untungnya dia bukan mantan preman pasar kayak saya, jadi rasanya kalimat itu relatif aman 😛 Setelah agak reda, saya tanya apakah dia mau mendengar pengalaman pribadi saya? Karena jawabnya iya, saya coba share sedikit tentang itu.

Dulu sewaktu tertipu, saya tidak lebih baik dari dia. Kecewa, sedih, kesal, marah, malu jadi satu. Tapi karena sang penipu tak kunjung ketemu, jadi mukanya nggak pernah bisa ditinju. Hal terbaik yang bisa dilakukan saat itu adalah berusaha keras mengembalikan duit yang melayang. Bagaimanapun, cepat atau lambat kita harus “move on” kan?

What doesn’t kill you, makes you stronger

Sebagai muslim saya diajarkan untuk percaya bahwa Tuhan itu Maha Adil. Jika seseorang dengan curang mengambil hak kita sejumlah Rp. 100, maka Tuhan akan mengganti Rp.100 tersebut. Penggantiannya tidak selalu lewat sang penipu, bisa lewat jalan lain. Waktunya pun beragam, bisa diganti tunai di dunia, atau sebagai pengurang dosa di akhirat. Teori itu harus benar, karena kalau tidak, berarti Tuhan tidak Maha Adil. So, don’t worry be happy 🙂

Setelah beberapa tahun, keadaan pun mulai membaik. Tapi kok rasanya kerugian itu belum tergantikan *ngitungkalender* Di titik ini, saya teringat bahwa selain Maha Adil, Tuhan juga Maha Pemurah. Dia menjanjikan untuk mengganti 10x dari amal / sedekah yang diberikan umatnya.

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya…..”. Al-An’aam ayat 160

Hmmm… menarik nih #dasarotakdagang. Karena Tuhan itu Maha Benar, mestinya janji itu benar adanya. Dan karena Tuhan itu Maha Kaya, maka return on investment 1.000% mah peanuts lah 🙂

Kalau kita “menuntut balas”, memang kerugian itu akan diganti Rp.100. Sang penipu pun hartanya akan dikurangi Rp.100 + Bonus dosa karena telah menipu saya yang bertampang innocent dan baby-face ini.

Tapi mari kita elaborasi alternatif lainnya. Bagaimana kalau uang Rp. 100 tersebut kita niatkan untuk sedekah saja? Artinya uang tersebut memang diniatkan untuk keluar dari kantong kita. Kalaupun nanti ternyata dikembalikan oleh sang penipu, kita akan keluarkan sebagai sedekah. Bagaimana kalau tidak dikembalikan? Maka anggap saja kita menitipkan uang sedekah kepada si penipu. Percayalah, Tuhan itu Maha Kuasa, dia akan tahu bagaimana cara mengambil uang sedekah tersebut dari tangan sang penipu. Tidak mungkin Tuhan tidak mampu melakukannya, karena kalau tidak mampu, berarti Dia tidak Maha Kuasa bukan?

Nah, karena itu uang sedekah, jadi boleh dong pahalanya 10x lipat 🙂 hehe… *ngarep*

Jadi kalau suatu hari sang penipu dan saya mati lalu dimintai pertanggungjawaban, saya akan katakan, “Tidak ada dendam diantara kita. Everything already settled” … kenapa jadi kayak syair lagu ya???

Fakir menerima haknya, penipu kehilangan dosanya, kita dapat 10x pahalanya.

Ucrit: Kalau si penipu sowan terus ngajak gawe bareng lagi gimana?

Unyil: Ya terserah pendapat masing-masing. Kalau unyil sih gak mau gawe bareng sama orang yang sudah pernah nipu unyil.

Ucrit: Loh kenapa? katanya cukup dianggap sedekah.

Unyil: Uang buat gawe bareng awalnya kan diniatkan buat investasi, bukan untuk sedekah. Untuk sedekah, unyil sudah punya budget khusus.

Unyil: Dalam berinvestasi, unyil harus memitigasi (mengelola) resiko. Berbisnis sama orang yang pernah menipu pastinya beresiko tinggi. Sehingga secara kalkulasi bisnis, itu memang tidak mungkin bisa dilakukan.

Ucrit: Oke deh. Mari kita Kemon.

Advertisements

7 thoughts on “Sakit Hati Gara-Gara Kena Tipu

  1. Reblogged this on curhat si emak and commented:
    “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya…..”. Al-An’aam ayat 160

  2. Saya masih kuliah, mahasiswa penerima beasiswa. Mencoba untuk berwirausaha supaya saya tidak memberatkan orangtua dan malah bisa emmbantu orang tua saya. Usaha saya mulai meningkat. Hari ini saya kena tipu 68$ sangat besar untuk saya yang usahanya masih kecil-kecilan. Awalnya sakit hati, kenapa bisa seperti itu. Tapi, mau gimana lagi. Saatnya mengikhlaskan. Semoga Allah memberi penipu itu hidayah dan pekerjaan yang lebih baik drpd menopu. Semoga Allah membuat saya benar ikhlas.. InsyaAllah diganti dengan yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s