Sedekah Untuk Indonesia

Banyak diantara kita yang berbagi informasi dan opini terkait pilpres kali ini. Hal tersebut bisa dilihat secara positif sebagai bentuk kepedulian elemen bangsa terhadap masa depan kita semua. Semua pro-kontra yang terjadi merupakan proses yang harus dilalui, agar bangsa ini memahami betul bagaimana caranya berdemokrasi. Insya Allah, kita mampu belajar menjadi lebih baik di kemudian hari.

Kepedulian ini akan benar-benar berarti jika dilanjutkan ke dalam bentuk yang lebih nyata. Oleh karena itu, ijinkan saya mengusulkan satu tindakan nyata, yaitu:

Sedekah Untuk Indonesia indonesia-flag-icon

Siapapun presiden yang terpilih, kita berharap mendapat pemimpin yang terbaik. Kita berharap presiden baru akan mampu membawa kemakmuran dan keadilan bagi bangsa Indonesia. Sebagai muslim, kita percaya pemimpin adalah jalan pembawa rezeki, tetapi sumber rezekinya sesungguhnya adalah Allah SWT. Salah satu amal untuk mengundang rezeki adalah sedekah.

Mari secara proaktif menuntaskan masalah kemiskinan dan kebodohan. Melalui sedekah, kita memberdayakan seluruh masyarakat, memberi kail bukan ikan. Melalui sedekah kita memberi kesempatan bagi seluruh anak Indonesia, siapapun dia, dimana pun dia berada. Dengan bersedekah, semoga Allah memberikan kita pemimpin terbaik, yang menjadi jalan bagi kemakmuran dan keadilan yang kita cita-citakan bersama.

senyum-mereka

Momen pilpres kali ini dilaksanakan di bulan ramadhan. Bagi umat muslim, ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa karena ibadah yang dilakukan pada bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya.

Dalam bulan biasa, pahala setiap kebajikan dilipatgandakan 10 kali lipat, namun dalam bulan Ramadhan pahala amalan wajib dilipatgandakan 70 kali lipat dan amalan yang sunah disamakan dengan pahala amalan wajib di luar Ramadhan – (HR Muslim)

Menurut Dan Neary (Facebook’s Asia-Pacific Vice President), ada 65 juta pengguna facebook aktif book di Indonesia. Jika 10 juta diantaranya bersedia bersedekah Rp. 100.000,- maka akan terkumpul dana 1 Triliun Rupiah. Ikhlaskan amalnya untuk Indonesia, dan Allah akan membalasnya 70x lipat, menjadi 70 Triliun Rupiah. Tidak perlu ragu darimana karena Allah Maha Kaya, tidak perlu khawatir bisa atau tidak karena Allah Maha Kuasa, tidak perlu sungkan karena Allah Maha Pemurah.

Tidak sulit menyalurkannya karena saat ini sudah banyak lembaga amal, serta hampir semua orang memiliki ATM atau Internet Banking. Berikut ini daftar lembaga amal dan nomor rekeningnya.

page-divider-symbol

Jangan sekedar aktif di dunia maya untuk menyebarkan informasi capres, mari kita lakukan tindakan nyata untuk memperbaiki nasib bangsa ini. Bersedekahlah sebagai suatu bentuk doa, agar kita mendapat pemimpin yang terbaik.

Bersegeralah melakukannya sekarang juga. Lekas bertindak, lebih dari sekedar berwacana.

Share dan ajak kawan melakukannya. Mari berdayakan potensi anak bangsa.

Kesampingkan sejenak perbedaan. Ayo bersatu untuk mewujudkan Indonesia Yang Lebih Baik. 🙂

Tidak setiap saat pemilihan presiden bertepatan dengan bulan ramadhan. Mari maksimalkan ini.

 

 

* sekedar untuk menyemangati. ini saya mulai duluan 🙂

Screen Shot 2014-07-03 at 7.50.20 AM

 

** image diambil dari https://asschyan.wordpress.com/2012/05/02/bertema-hardiknas/

Advertisements

Pidato Resmi Capres 2014

Kemarin saya berkesempatan menyaksikan pemaparan visi calon presiden RI 2014-2019 secara live. Meskipun nggak pas, begini kira-kira transkripnya. Ini saya coba tulis semirip mungkin ya. Sorry kalau ada yang salah.


Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah-air, INDONESIA!!!

Indonesia adalah bangsa yang besar. Merdeka dengan merebut, bukan diberi. Berjaya karena bersatu! Itulah kenapa… musuh selalu membuat kita saling berseteru.

Banyak bangsa yang menghina Indonesia. Dibilang negara ladang korupsi, negara miskin, negara gagal.

Saya tidak percaya itu!!! 

Saya percaya hati kita. Saya percaya kekuatan kita. Saya percaya kekayaan alam kita. Saya percaya anda. Saya percaya saya. Saya percaya KITA!

Hari ini, ijinkan saya untuk menyakinkan kita semua bahwa Kita Besar, Kita Mampu, Kita Berdaya!

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah-air, INDONESIA!!!

Sudah saatnya rakyat Indonesia mendapatkan kepastian atas keadilan. Lihatlah bagaimana orang yang patuh pada peraturan semakin terpinggirkan, sementara para pelanggar semakin diuntungkan.

Di jalan raya pengemudi ramai-ramai melanggar, pejabat jumawa minta diberi jalan, polisi leluasa minta uang tilang. Di pemerintah para makelar proyek berseliweran, DPR jualan undang-undang, pejabat tidak pernah lupa minta sogokan. Aturan tinggal aturan, pelanggaran hanya tontonan, penegak hukum malah jual-beli keadilan.

Mari kita perjuangkan Kepastian Hukum! Buat semua orang patuh pada peraturan, pastikan para pelanggar mendapat hukuman. Kita butuh KEADILAN!!! Tanpa Keadilan, orang baik dipinggirkan, orang jahat diuntungkan. Buat apa jadi orang baik kalau terus-terusan di-zhalimi? Kalau terus begitu, nanti tak lagi ada yang mau jadi orang baik.

Tapi itu TIDAK AKAN TERJADI! Saya, Anda… KITA… Akan Perjuangkan Keadilan dan Kepastian Hukum, Bagi Semua!

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah-air, INDONESIA!!!

Sudah saatnya rakyat Indonesia bersatu. Apakah si Jawa minta lahir jadi orang Jawa? Apakah si Batak minta lahir jadi orang Batak? Apakah si Cina, si Arab minta lahir dari orang tua keturunan? Siapapun dia, apapun sukunya, tidak ada anak yang memilih lahir dimana dan dari keturunan apa.

Siapapun dia, jika dia anak Indonesia, maka Indonesia adalah tanah air nya. Siapapun dia, jika dia putera-puteri Indonesia, maka Indonesia adalah tumpah darah nya. Siapapun dia….. Dia adalah Bangsa Indonesia… Saudara Kita.

Jawa, Sunda, Batak, Minang, Aceh, Dayak, Bugis, Papua, Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan lainnya… Semua Adalah Bangsa Indonesia… Saudara Kita.

Saudaraku….. Tidakkah kita ingat kenapa dulu 300 tahun dijajah tidak pernah bisa merdeka? Tidakkah kita ingat betapa liciknya penjajah membuat suku-suku saling membenci, bermusuhan, dan berperang.

Karena apa? Karena mereka ingin kita lemah.

Kita bermusuhan, bukan tanpa sebab. Kita bermusuhan karena ada yang diuntungkan! Penjajah datang menebar benih permusuhan, menyiram harapan dengan seolah memberi perlindungan, lalu menuai rampasan hasil bumi kita. Saudaraku… lihatlah sekeliling. Penjajah masih berkeliaran!

Kita masih memusuhi sesama anak bangsa, kita masih seolah merasa ada dewa penolong, kekayaan alam kita masih dicolong. Lihatlah… katakan apakah saya salah???

Tapi itu TIDAK AKAN TERUS TERJADI! Saya, Anda… KITA… akan perjuangkan persatuan, kebhinekaan, kebersamaan sesama anak bangsa! Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia asli atau keturunan, agama ini atau itu, KITA AKAN BERSATU!

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah-air, INDONESIA!!!

Sudah saatnya Indonesia jadi bangsa maju dan berakhlak mulia. Pendidikan, keluarga, dan agama adalah kuncinya. Negara berkewajiban penuh menyediakan pendidikan terbaik dan bebas biaya bagi seluruh rakyat Indonesia. Keluarga menjadi tulang punggung mentalitas bangsa. Dan agama adalah penyempurna akhlak bagi seluruh komponen bangsa.

Bagaimanakah rupa akhlak anak bangsa sekarang yang mengantri saja tak bisa, mencontek sudah biasa, gagal sedikit sudah mati gaya???

Rombak sistem pendidikan nasional! Fokuskan pada upaya membangun manusia Indonesia yang jujur, bersemangat, tangguh, saling menghargai, pandai bekerja sama, pintar berempati, cerdas, dan kreatif. Berdayakan para lulusan-lulusan terbaik, beri peluang anak bangsa untuk membuktikan kepintaran dan mewujudkan kreasi terbaiknya.

KITA MAMPU! Saya, Anda… KITA… akan perjuangkan pendidikan yang pantas bagi anak-anak kita. Menyiapkan generasi yang mulia perilakunya, cerdas akalnya, membanggakan hasil karyanya.

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah-air, INDONESIA!!!

Sudah saatnya Indonesia jadi bangsa yang kaya. Kita punya semua! Tanah, tambang, hutan, dan lautan. UUD 45 menitipkan pesan, “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

Rakyat? Rakyat yang mana? Rakyat yang membantu pencuri atau rakyat yang menerima upeti? Sampai kapan kita mau saja dikibuli? Hutan dibabat, Emas dicuri, Minyak dihabisi, Gas dijual murah, Rakyat dapat apa???

Tidaklah nasib suatu kaum akan berubah, kecuali mereka mengubah nasibnya sendiri. Berdayakan ekonomi rakyat, atur ulang tata niaga pertanian, peternakan, dan perikanan. Kita pernah mampu swasembada, kita bisa lagi begitu. Atur ulang tata niaga pertambangan dan kehutanan, cegah pencurian, manfaatkan untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat.

Beri insentif agar rakyat bersemangat untuk produktif. Berantas korupsi agar negara dikelola oleh para profesional, bukan oleh para makelar. Ciptakan nilai tambah atas hasil bumi, penuhi kebutuhan dalam negeri. Pacu budaya produktif, cegah budaya konsumtif. Kita tidak akan kaya jika bisanya hanya belanja.

KITA BISA KAYA! Saya, Anda… KITA… akan berjuang membangun semangat bangsa agar menjadi bangsa pekerja keras yang selalu bertindak cerdas.

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah-air, INDONESIA!!!

Ini bukan retorika. Saya dan kawan-kawan telah memulai semuanya sejak lama. Saya coba yakinkan anda, apa yang saya sudah dahului lakukan. Sekarang saatnya kita lakukan bersama-sama. Mulai hari ini, kita bangun Indonesia yang tertib, adil, toleran, kuat, mulia, berprestasi, makmur, dan sejahtera.

Kita Besar
Kita Mampu
Kita Berdaya

Saudara-saudaraku… Saya percaya anda. Saya percaya saya.

Saya Percaya KITA SEMUA!

Terima kasih… dengan segenap hati, saya beranikan mencalonkan diri sebagai Calon Presiden Republik Indonesia 2014, Nama saya ……. *kriiiiiiiiiiinng*

 


 

Wah, bener-bener deh…. baru aja mau disebut namanya, eeeh.. alarm cantik merk cina KW 3 saya bunyi. Walhasil saya terbangun dari mimpi *jedukjedukinkepalaketembok*

Piufff.. ternyata mimpi toh. Yaaa… ternyata… oh.. ternyata….

Ah sudahlah… back to reality, mari kita tunggu visi para capres di realitas kehidupan ini. Visi bisa memberi secercah harapan, tapi eksekusi-lah yang sesungguhnya kita butuhkan.

^_^