Tak Butuh Beragama Untuk Jadi Orang Baik

Sudah tidak terhitung saya dengar orang bilang, “Buat apa beragama kalau jarang membantu sesama”, “Gak butuh religius untuk jadi orang baik”, “Beragama malah bikin orang jadi fanatik”, dsb. Intinya, orang beragama tidak identik dengan orang baik, malah bisa jadi kebalikannya.

Biasanya saya enggan mengomentari penyataan itu. Tapi kali ini beda, soalnya yang bertanya adalah keluarga sendiri.

Persoalan utamanya, banyak orang mengira kalau tujuan beragama adalah untuk menjadi orang baik dan bermanfaat.

Itu akar masalahnya.

Sejauh yang saya pahami sebagai muslim. Selain badan, ada jiwa (ruh). Manusia lahir dengan jiwa yang dapat terjangkiti berbagai penyakit, misalnya sombong, kikir, dan dengki. Penyakit itu bagaikan kotoran (najis) yg mengenai jiwa kita. Perjalanan manusia di dunia adalah untuk membersihkan (menyucikan) jiwa dari penyakit-penyakit tersebut, agar kembali menghadap Allah dalam keadaan yang layak (bersih). Agama memberikan tuntunan untuk mencapainya.

Amal shaleh adalah upaya manusia untuk melatih jiwa. Misalnya, zakat & infak yang bertujuan melepaskan sifat kikir kita. Atau puasa untuk menempatkan zikir & fikir di atas kendali nafsu & syahwat.

Buah dari pembersihan jiwa akan tampak dalam perilaku (akhlak) manusia tersebut. Utamanya kemampuan menahan diri (salabiy) dan berbuat baik (ijaabiy). Menahan diri, misalnya menjaga nama baik orang lain, tidak mencela, dan tidak berprasangka buruk. Berbuat baik, misalnya sabar, pemaaf, penyayang, empati, mau berkorban, suka menolong, dermawan, dan mau mendengarkan.

Manusia yang paling sempurna akhlaknya adalah Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah role model, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi keimanan seseorang, semakin baik akhlaknya.

Artinya, Berbuat baik BUKAN tujuan beragama. Perilaku dan perbuatan baik hanyalah CIRI keberhasilan seseorang dalam melatih jiwa/keimanannya (beragama).

Seseorang yang berhasil melatih jiwa akan menunjukkan akhlak yang mulia. Namun tidak berlaku sebaliknya. Tidak semua orang yang tampak berbuat baik, otomatis menunjukkan jiwa/keimanan yang baik. Apa yang tampak belum tentu sama dengan apa yang ada di hati. Seseorang bisa saja dermawan, tapi tujuan sesungguhnya adalah untuk mendapatkan pujian. Seseorang bisa saja santun, tapi dalam hatinya menyimpan iri & dengki.

Oleh karena itu, bagi seorang muslim, setiap tindakan tidak hanya penting dari segi cara dan hasil, tetapi juga dari segi niatnya. Bersedekah dengan niat apapun bisa saja berdampak positif. Tapi jika niatnya hanya untuk mendapat pujian, maka pelakunya akan dicukupkan dengan pujian dari sesama manusia, tapi tidak bernilai ibadah di mata Allah SWT. Sebaliknya, seseorang yang bersedekah hanya dengan niat untuk melepaskan diri dari rasa memiliki harta (yang ia tahu hanya merupakan titipan Allah semata), akan berpotensi mampu melatih jiwanya dari penyakit kikir, dan meminimalkan resiko munculnya penyakit sombong.

Iman dan diterima/ditolaknya amal adalah rahasia Allah semata. Kalaulah sadar akan kurangnya timbangan amal sendiri, pastilah khawatir pada diri sendiri. Tak akan punya waktu untuk menakar kebaikan apalagi keikhlasan orang lain.

Dunia hanyalah persinggahan, badan menjadi kendaraan, dan amal perbuatan menjadi upaya untuk mencapai tujuan, yang tak lain adalah perjumpaan dengan Allah SWT. (Imam Al-Ghazali)

2 thoughts on “Tak Butuh Beragama Untuk Jadi Orang Baik

  1. Waktu baca ini melintas ayat terakhir surat al kahfi

    Like

  2. Sepakat. Tujuan manusia diciptakan adalah menyembah-Nya.
    Tujuan beragama? Beda-beda tergantung agamanya wkwkwkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close